konstruksi dibawah jembatan

6 Tips Memilih Pipa Besi Sch 40

Posted by:

|

On:

|

Memilih pipa SCH yang tepat merupakan langkah penting dalam proyek konstruksi atau plumbing. Berikut ini adalah beberapa tips untuk memilih pipa besi SCH 40.

Pahami Kebutuhan

Tentukan ukuran pipa, terutama panjangnya. Pastikan bahwa tekanan, dan suhu, serta jenis cairan atau gas yang akan dialirkan melalui pipa mampu ditampung oleh pipa SCH 40 tersebut, sesuai standarnya. Sedangkan ukuran panjang, dan diameter serta tingkat ketebalan dindingnya bisa bervariasi tergantung bahan material pembuatan pipanya. Pastikan sesuai spesifikasi kebutuhan proyeknya. Perhitungan kebutuhan yang tepat akan mampu meminimalisir risiko dan wasting material.

Sertifikasi dan Lisensi

Pipa SCH 40 adalah jenis pipa yang mampu menahan tekanan maksimal hingga 40 barg. Nomor schedule (Sch) ialah suatu nilai perkiraan ekspresi. Jadi suatu pipa besi sch 40 bukan berarti tingkat ketebalan pipanya adalah 40 mm atau inside diameternya 400 mm atau outside diameternya 4000 mm, misalnya. Tapi angka schedule itu menunjukkan perkiraan ukuran rasio design pressure bagi tegangan yang diizinkan untuk menggunakan pipa tersebut. Sehingga tingkat ketebalannya dan berbagai ukuran lainnya pun bisa bervariasi tergantung bahan material pembuatan pipanya. Yang pasti, pilih pipa SCH 40 yang telah memiliki lisensi SNI (Sertifikat Nasional Indonesia) asli. Nomor atau angka schedule pipa diatur pada standar global ASME B35.10 M dan API 5L. Secara umum terdapat sebelas nomor schedule yang sering digunakan untuk keperluan industri, yaitu sch 160, dan sch 140, dan sch 120, dan sch 100, dan sch 80, dan sch 60, dan sch 40, dan sch 30, dan sch 20, dan sch 10, serta sch 5. 

Kualitas Material

Pipa ini tak hanya mengandung bahan besi murni, karena sifatnya yang mudah karatan dan teroksidasi. Namun perlu dicampur dengan bahan material lainnya supaya dapat lebih awet dan tahan karat. Pastikan pipa SCH 40 yang akan dibeli terbuat dari bahan berkualitas. Pipa SCH 40 biasanya terbuat dari bahan material sebagai berikut.

Carbon Steel atau Baja Karbon 

Bahan ini yang paling umum digunakan, karena harganya lebih murah. Bahan material besi dicampur dengan material carbon steel. Sudah memadai untuk digunakan pada industri dengan aliran bahan yang bertekanan tinggi dan suhu yang tinggi pula. Selain juga sudah tahan oksidasi dan korosi.

Stainless Steel atau Baja Tahan Karat

Tampilannya lebih mewah dan juga lebih tahan karat. Meski harganya lebih mahal. Terbuat dari campuran besi, dengan carbon, serta kromium, juga nickel, dan senyawa lainnya yang mendukung anti korosi. Apabila dibuat tanpa pengelasan atau sering disebut sebagai pipa seamless, maka harganya bisa lebih mahal lagi. Pipa dari bahan ini mampu menahan karat, dan tekanan, serta suhu tinggi dengan secara lebih baik.

Kompatibilitas

Jangan lupa pastikan juga bahwa pipa SCH 40 tersebut kompatibel dengan fitting dan perlengkapan yang akan digunakan dalam instalasi. Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh komponen bekerja secara sinergis guna mencapai hasil yang diinginkan.

Itulah beberapa tips dalam memilih pipa besi SCH 40.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *